By | September 1, 2021

Korea Selatan mengakhiri Juli dengan total 17,08 juta pelanggan di segmen 5G, kantor berita lokal Yonhap melaporkan, mengutip data dari Kementerian Sains dan TIK.

Selama Juli, operator seluler negara itu mencatat penambahan bersih 616.000 pelanggan 5G.

Pelanggan 5G pada akhir Juli menyumbang 24% dari total 71,71 juta langganan seluler di negara tersebut, menurut laporan tersebut.

Operator terbesar di negara itu, SK Telecom, berakhir Juli dengan lebih dari 8 juta pelanggan di segmen 5G, diikuti oleh KT dengan 5,2 juta dan LG Uplus dengan 3,8 juta.

Langganan ponsel 5G diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dalam beberapa bulan mendatang setelah peluncuran komersial ponsel 5G lipat baru Samsung Electronics, serta iPhone baru Apple, menurut laporan itu.

Laporan itu juga menyatakan bahwa operator Korea sudah menyediakan cakupan 5G di 85 kota di seluruh negeri.

Sebuah laporan kementerian TIK juga menemukan bahwa rata-rata kecepatan unduh 5G di Korea Selatan mencapai 808,45 Mbps pada paruh pertama tahun ini, meningkat dari 690,47 Mbps pada paruh kedua tahun 2020.

Operator telekomunikasi Korea Selatan saat ini menyediakan layanan 5G melalui jaringan 5G NonStandalone, yang bergantung pada jaringan 4G LTE sebelumnya. Tiga operator negara itu meluncurkan 5G pada April 2019.

Pada bulan Juli, Kementerian Sains dan ICT Korea Selatan mengumumkan akan memberikan spektrum 28 GHz dan sub-6 GHz pada bulan November untuk meningkatkan penggunaan layanan terkait 5G di seluruh negeri.

Spektrum akan tersedia untuk operator seluler dan untuk perusahaan yang beroperasi di vertikal yang berbeda. Pemerintah Korea mengumumkan akan menyediakan total 600 megahertz di pita 28 GHz dan 100 megahertz di pita 4,7 GHz.

Pita frekuensi 28 GHz akan dibagi menjadi 12 blok dan pita 4,7 GHz masing-masing akan dibagi menjadi 10 blok. Spektrum dalam pita 4,7 GHz akan ditawarkan kepada perusahaan non-telekomunikasi, menurut laporan itu.

Kementerian mengatakan bahwa alokasi frekuensi baru ini akan memungkinkan perusahaan untuk mengoperasikan jaringan 5G di berbagai industri dan menawarkan layanan baru seperti pabrik pintar, perawatan kesehatan, robotika, dan pertanian pintar.

Perusahaan yang tertarik akan memiliki waktu hingga akhir September untuk mengajukan spektrum 5G baru. Panjang lisensi berkisar dari dua hingga lima tahun. Pemerintah Korea juga mengatakan bahwa spektrum 5G diharapkan akan dialokasikan pada akhir November.